Selasa, 23 April 2013

Pertumbuhan & Pendapatan Ekonomi Indonesia Tahun 2012

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2012
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun mencapai 6,3 persen didukung peningkatan ekonomi domestik yang tetap tinggi.
"Ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2012 dan 2013 masing-masing diprakirakan tumbuh pada kisaran 6,1 - 6,5 persen dengan kecenderungan di tengah 6,3 persen. Sementara 2013 antara 6,3 - 6,7 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, di Jakarta, Kamis.
Dewan Gubernur menilai perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik walaupun tidak setinggi prakiraan semula. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 diprakirakan sebesar 6,3 persen, lebih rendah dari prakiraan sebelumnya akibat penurunan kinerja sektor eksternal.
Meskipun konsumsi dan investasi yang berorientasi permintaan domestik tetap tumbuh tinggi, penurunan ekspor telah berdampak pada penurunan produksi dan investasi yang berorientasi ekspor.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi masih akan ditopang oleh permintaan domestik yang cukup kuat dan potensi membaiknya ekspor meskipun masih dibayangi oleh ketidakpastian perekonomian global.
Hal tersebut juga didukung oleh masih cukup kuatnya sumber pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Jawa.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta dampaknya pada perekonomian domestik. Fokus kebijakan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan eksternal dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Berbagai kebijakan yang telah dilakukan akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan dinamika perekonomian tersebut. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional



pendapatan perkapita indonesia 2012
Tentu Anda sering mengenal istilah pendapatan perkapita? Namun, sebagian dari Anda mungkin tak memahami pengertian pendapatan perkapita dan apa saja kegunaannya. Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara, yang diperoleh dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Biasanya, pendapatan perkapita sering disebut dengan produk domestik bruto (PDP) perkapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan untuk mengukur kemakmuran sebuah negara. Semakin besar pendapatan perkapita, negara tersebut akan dinilai semakin makmur.
Bagi Indonesia, pendapatan perkapita sebesar US$3.716 pada akhir tahun 2011, merujuk pengumuman Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), mencerminkan tingkat pendapatan yang mencapai Rp3 juta lebih sebulan bagi setiap penduduk Indonesia.
Laporan UNDP tersebut menggunakan kombinasi data dari Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Divisi Statistik PBB (UNSD). Perhitungan yang dipakai, pendapatan nasional bruto (GNI) Indonesia naik dari US$1.318 pada 1980 menjadi US$2.007 pada 1990, kemudian US$2.478 pada 2000, dan US$3.544 pada 2010.
Namun Indonesia masih tertinggal dari Malaysia, karena negara itu pada 1980 telah memiliki GNI US$4.722, sehingga saat ini pendapatan per kapitanya mencapai U$13.685. Thailand kini memiliki pendapatan per kapita US$7.694. Di Asia Tenggara, Indonesia masih lebih baik dari Filipina dan Vietnam yang masing- masing memiliki pendapatan perkapita US$3.478 dan US$2.805. Indonesia kalah dengan Malaysia dan Thailand karena jumlah penduduk Indonesia jauh lebih besar dari kedua negara tetangga tersebut.
jika cara hitungan pendapatan perkapita adalah sebagai berikut;
·         pendapatan perbulan A = 10 jt  , si B = 1 jt , si C = 100rb , si D = 50rb.
·          maka 10jt+1jt+100rb+50rb = Rp.11.150.000,-
·         Rp.11.150.000,- : 4 = Rp.2.787.500,-
·         jadi masing2 si A,B,C,D  mempunyai pendapatan perbulannya @ Rp.2.787.500,-
·         hitungan seperti ini cuma omong kosong karena  pada kenyataannya si D tetap mempunyai      pendapatan perbulannya cuma Rp.50.000,-

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Daftar Menu

Cari Blog Ini

Memuat...